Apr 27, 2006
ERTI MULIA DAN HINA

Allah Taala sebagai Tuhan, tentunya mempunyai segala sifat yang cukup mulia.   Oleh itu apa saja yang dimuliakanNya, turut mulia dan segala apa yang dihinakanNya turut hina.

 

Islam adalah agama yang mulia kerana Allah yang memuliakanNya maka yang lain semuanya hina.   Tauhid adalah aqidah yang mulia kerana Allah yang memuliakanNya.    Syirik dengan sendirinya hina, termasuk sekular turut hina.

 

Al-Quran adalah Kitab langit yang mulia kerana Allah sendiri memuliakanNya.   Maka segala ajarannya turut mulia.   Orang yang mengamalkannya dan memperjuangkannya turut mulia.   Sebaliknya sesiapa saja yang menentangnya adalah hina kerana Allah Taala menghinakannya.

 

Sebab itu kita diminta ulang sebutan didalam Doa Qunut yang bermaksud:

"Sesungguhnya tidak hinalah orang yang kamu restui dan tidak mulialah orang yang kamu  musuhi."

 

            Jika  kita mengatakan mulia, sedangkan Tuhan mengatakan hina maka itu pandangan kita yang cetek dan tidak tahu membezakan antara mulia dan hina.

Posted at 06:18 pm by enzim_10

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry


enzim_10
April 1st
Male
Malaysia

CINTAKU


Tuhanku Ya ALLAH,


Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu Lembar demi lembar kitab kupelajari Untai demi untai kata para ustaz kuresapi Tentang cinta para nabi Tentang kasih para sahabat Tentang mahabbah para sufi Tentang kerinduan para syuhada Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan Tapi Rabbii, Berbilang detik, minit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu Aku makin merasakan gelisahku membadai Dalam cita yang mengawang Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi Hingga aku terhempas dalam jurang Dan kegelapan Wahai Ilahi, Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali Menatap, memohon dan menghibaMu: Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii, Perkenankanlah aku mencintaiMu, Semampuku Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii Perkenankanlah aku mencintaiMu Sebisaku Dengan segala kelemahanku Ilaahi, Aku tak sanggup mencintaiMu Dengan kesabaran menanggung derita Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al musthafa Karena itu izinkan aku mencintaiMu Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu Atas derita batin dan jasadku Atas sakit dan ketakutanku Rabbii, Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga. Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad. Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan agamaMu. Izinkan aku mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan. Pada makanan makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan. Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya. Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam shalat yang cuba kudirikan yang Terbaik, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia. Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu. Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku. Yaa, Maha Rahmaan, Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku. Yaa Rahiim Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru. Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya. Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta. Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku. Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku...


   

<< April 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30

Ya Allah Ya TUhan ku, Perbaikilah semua urusanku, janganlah Engkau
serahkan urusan ku kepada diriku sendiri walaupun sekelipan mata pun.





Link To Download Free Nasyid Song and Articles!!

  • upload_nasyid@yahoo.com
  • upload_nasyid2006@yahoo.com
  • uploadnasyid@gmail.com
  • tatapan_jiwa@yahoo.com

    ** Password: zulpahang **
    "Aku kenal Kejahatan, bukan kerana untuk kejahatan, tetapi............untuk menjaga diri daripadanya. Orang yang tidak mengenal kejahatan, akanjatuhlah ke dalamnya......................!".


    "Jalan itu sangat banyak,
    tetapi jalan kebenaran hanya satu.
    Dan yang pergi berangkat itu satu-satu............

    Mereka tiada tahu,
    maksudnyapun tiaa diketahui.
    Mereka terus menuju,
    berjalan pelan-pelan kepada yang ditujui.

    Manusia itu lalai,
    apa dimaksudkan dengan mereka.
    Sebahagian besar tidur terkulai,
    Jalan Kebenaran sampai terlupa.................."


    PERINGATAN UNTUKKU DAN SEMUA SAHABAT

    "Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?" ( Al-Baqarah:44)

    "Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."(Ash-Shaff:3)

    Bersabda Nabi saw.:
    "Aku melalui pada malam isra'ku pada beberapa kaum yang di sayat bibirnya dengan gunting-gunting dari api neraka. Maka aku tanyakan :"Siapakah kamu ini?".
    Mereka menjawab:"Kami adalah orang yang menyuruh dengan kebaikan dan tidak kami kerjakan.Kami melarang dari kejahatan dan kami kerjakan".
    -Dirawikan Ibnu Hibban dari Annas-




  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



    rss feed