Apr 27, 2006
Pengajaran dari satu penampar

Mungkin ini boleh kiter jadikan satu pengajaran & sebagai renungan bersama........

Pengajaran dari satu penampar

Ada seorang pemuda yang lama belajar di luar negeri kembali ke tanahair dengan angkuh dan sombong. Di dalam benak kepalanya telah lama tersimpan
3 pertanyaan yang dianggapnya tiada siapa yang boleh menjawab. Satu hari beliau bertemu seorang imam tua di kampungnya.

Pemuda: Pak imam apakah boleh menjawab pertanyaan-pertanyaan saya? Pak Imam : Saya hamba Allah dan dengan izin-Nya saya akan menjawab pertanyaan kamu!

Pemuda: Pak imam yakin? Profesor dan banyak orang pintar yang saya tanya tidak mampu menjawab pertanyaan saya.

Pak Imam: Saya akan mencuba sejauh kemampuan saya, insya'Allah.

Pemuda: Saya ada 3 pertanyaan

1. Kalau benar Tuhan itu ada, tunjukan kewujudan Tuhan kepada saya?
2. Apakah yang dinamakan TAKDIR?
3. Kalau syaitan diciptakan dari api, kenapa mereka dimasukkan ke neraka yang dibuat dari api, tentu tidak menyakitkan buat syaitan, sebab mereka memiliki unsur yang sama. Apakah Tuhan tidak pernah berfikir sejauh itu? Dengan sepontan Pak Imam tersebut menampar pipi si Pemuda itu dengan amat kuat.

Pemuda (sambil menahan sakit) : Kenapa pak imam marah kepada saya?

Pak Imam : Saya tidak marah... Tamparan itu adalah jawapan saya untuk 3 pertanyaan yang awak tanyakan kepada saya.

Pemuda : Saya amat tidak faham...??

Pak Imam : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Tentu saja saya merasakan sakit dan pedih...!!

Pak Imam : Jadi awak percaya bahwa sakit itu ada?

Pemuda : Ya....!

Pak Imam : Tunjukan pada saya wujudnya sakit itu atau macam mana rupanya?

Pemuda : Tak boleh pak imam...!!!

Pak Imam : Itulah jawapan kepada pertanyaan pertama awak, kita semua merasakan kewujudan Tuhan itu tanpa mampu melihat kewujudanNya.

Pak Imam : Adakah malam tadi awak bermimpi atau telah tahu saya akan menampar awak?

Pemuda : Tidak....!!?

Pak Imam : Apakah awak pernah terfikir akan menerima sebuah tamparan dari saya hari ini?

Pemuda : Tidak....!!!?

Pak Imam : Itulah yang dinamakan TAKDIR!

Pak Imam : Terbuat dari apakah tangan yang saya gunakan untuk menampar awak ini?

Pemuda : Kulit dan daging...!!!

Pak Imam : Terbuat dari apakah pipi awak itu...?

Pemuda : Kulit dan daging....!!!??

Pak Imam : Bagaimana rasanya tamparan saya?

Pemuda : Sakit dan pedih....!!!?

Pak Imam : Itulah...! Walaupun Syaitan terbuat dari api dan Neraka terbuat dari api, Jika Tuhan berkehendak maka Neraka akan jadilah ia tempat yang menyakitkan untuk syaitan.... walaupun sama unsur asalnya...!!

Pemuda : Allahuakbar!

"ISLAM KAN TETAP DIJULANG WALAUPUN IA DITENTANG.. ITULAH JANJI ILAHI"

'Alangkah terasa hidup sia-sia.. Ruang fikiran hanya dengan ilmu dunia, Alangkah ruginya usia yang pergi.. Jika amalan bukan untuk alam abadi.'




Posted at 06:09 pm by enzim_10

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry


enzim_10
April 1st
Male
Malaysia

CINTAKU


Tuhanku Ya ALLAH,


Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu Lembar demi lembar kitab kupelajari Untai demi untai kata para ustaz kuresapi Tentang cinta para nabi Tentang kasih para sahabat Tentang mahabbah para sufi Tentang kerinduan para syuhada Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan Tapi Rabbii, Berbilang detik, minit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu Aku makin merasakan gelisahku membadai Dalam cita yang mengawang Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi Hingga aku terhempas dalam jurang Dan kegelapan Wahai Ilahi, Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali Menatap, memohon dan menghibaMu: Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii, Perkenankanlah aku mencintaiMu, Semampuku Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii Perkenankanlah aku mencintaiMu Sebisaku Dengan segala kelemahanku Ilaahi, Aku tak sanggup mencintaiMu Dengan kesabaran menanggung derita Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al musthafa Karena itu izinkan aku mencintaiMu Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu Atas derita batin dan jasadku Atas sakit dan ketakutanku Rabbii, Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga. Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad. Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan agamaMu. Izinkan aku mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan. Pada makanan makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan. Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya. Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam shalat yang cuba kudirikan yang Terbaik, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia. Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu. Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku. Yaa, Maha Rahmaan, Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku. Yaa Rahiim Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru. Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya. Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta. Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku. Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku...


   

<< April 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30

Ya Allah Ya TUhan ku, Perbaikilah semua urusanku, janganlah Engkau
serahkan urusan ku kepada diriku sendiri walaupun sekelipan mata pun.





Link To Download Free Nasyid Song and Articles!!

  • upload_nasyid@yahoo.com
  • upload_nasyid2006@yahoo.com
  • uploadnasyid@gmail.com
  • tatapan_jiwa@yahoo.com

    ** Password: zulpahang **
    "Aku kenal Kejahatan, bukan kerana untuk kejahatan, tetapi............untuk menjaga diri daripadanya. Orang yang tidak mengenal kejahatan, akanjatuhlah ke dalamnya......................!".


    "Jalan itu sangat banyak,
    tetapi jalan kebenaran hanya satu.
    Dan yang pergi berangkat itu satu-satu............

    Mereka tiada tahu,
    maksudnyapun tiaa diketahui.
    Mereka terus menuju,
    berjalan pelan-pelan kepada yang ditujui.

    Manusia itu lalai,
    apa dimaksudkan dengan mereka.
    Sebahagian besar tidur terkulai,
    Jalan Kebenaran sampai terlupa.................."


    PERINGATAN UNTUKKU DAN SEMUA SAHABAT

    "Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?" ( Al-Baqarah:44)

    "Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."(Ash-Shaff:3)

    Bersabda Nabi saw.:
    "Aku melalui pada malam isra'ku pada beberapa kaum yang di sayat bibirnya dengan gunting-gunting dari api neraka. Maka aku tanyakan :"Siapakah kamu ini?".
    Mereka menjawab:"Kami adalah orang yang menyuruh dengan kebaikan dan tidak kami kerjakan.Kami melarang dari kejahatan dan kami kerjakan".
    -Dirawikan Ibnu Hibban dari Annas-




  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



    rss feed