May 25, 2006
Wasiat Rasulullah saw

Pada suatu ketika Rasulullah bertanya kepada para sahabatnya siapakah diantara kamu yang akan menerima beberapa nasihat dari ku untuk diamalkan atau diajarkan kepada orang-orang yang mampu mengamalkannya.

Seruan itu lalu disahut oleh Abu Hurairah sambil menghulurkan tangannya, kemudian Rasulullah memegang tangan Abu Hurairah dan beliau menghintung sampai lima lalu beliau bersabda.

1 Jauhkan dirimu dari segala yang dilarang nascaya engkau akan menjadi orang yang paling abid berbakti antara manusai.

2. Bersikap rela terhadap apa yang telah dibangkitkan tuhan kepadamu, nascaya engkau sekaya-kaya manusia.

3. Berbuat kebajikan terhadap tetanggamu nascaya engkau jadi mukmin sejati.

4. Cinta kasihlah kepada manusia sebagaimana engkau sayang kepada dirimu sendiri sesungguhnya engkau menjadi orang islam yang hakiki.

5. Jangan engkau terlalu banyak ketawa kerana kebanyakan ketawa itu akan mematahkan hati.

Pesanan Rasulullah seterunya ialah sekiranya engkau menjadi raja atau menteri atau datang bertemu raja atau menteri maka janganlah engkau melampaui sirah dan sunnahku kerana barang siapa yang menyalahi sunnahku ini maka dia akan datang pada hari kiamat dikepung api neraka dari segala penjuru. Adil sesaat itu lebih baik daripada beribadat 60 tahun lamanya, yang malamnya berisi dengan solat dan waktu siang harinya dengan ibadat puasa.

Pesannya lagi katakanlah kepada orang-orang yang beriman yang pernah melakukan dosa-dosa kecil atau besar janganlah mati salah seorang pun siantara mereka sedang ia masih bergelimang dengan dosa-dosa itu. Kerana sesiapa yang menghadap kepada tuhannya dalam keadaan yang demikian itu, maka siksaan atas dosa kecil yang terus menerus dilakukannya itu sama halnya dengan orang menghadap Tuhannya dalam keadaan dosa besar yang terus-menerus dikerjakannya pula.

Wasiat rasulullah seterusnya janganlah engkau mencaci-maki keculai kepada syaitan. sesungguhnya jika engkau mati dalam keadaan demikian tangan mu kelak akan dijabat oleh semua Rasul Allah, para nabi Allah dan orang-orang beriman sampai engkau melengkah ke dalam Syurga.

Pesanan Rasulullah lagi berjalanlah engkau ke masjid Allah didalam kegelapan malam, sesungguhnya engkau akan diberi Tuhan kebajikan-kebajikan dengan seberat sesuatu yang telah engkau pijak dengan kedua kakimu daro apa-apa yang kamu cintai dan benci sampai kepada tujuh petala bumi.

Wasiat Rasulullah lagi apakah engkau mengharap rahmat Allah di kala hidup, dikala mati, dikala berada dialam kubur dan diwaktu hari hari kebangkitan, maka bangunlah ditengah malam sunyi dan solatlah engkau memohon keredhaan Tuhanmu. semoga apa yang tulis disini akan menjadi panduan untuk kita semua menuju jalan yang diredhai Allah.

Petikan dari Peringatan Sebelum Mati


Posted at 07:17 am by enzim_10

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry


enzim_10
April 1st
Male
Malaysia

CINTAKU


Tuhanku Ya ALLAH,


Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu Lembar demi lembar kitab kupelajari Untai demi untai kata para ustaz kuresapi Tentang cinta para nabi Tentang kasih para sahabat Tentang mahabbah para sufi Tentang kerinduan para syuhada Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan Tapi Rabbii, Berbilang detik, minit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu Aku makin merasakan gelisahku membadai Dalam cita yang mengawang Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi Hingga aku terhempas dalam jurang Dan kegelapan Wahai Ilahi, Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali Menatap, memohon dan menghibaMu: Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii, Perkenankanlah aku mencintaiMu, Semampuku Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii Perkenankanlah aku mencintaiMu Sebisaku Dengan segala kelemahanku Ilaahi, Aku tak sanggup mencintaiMu Dengan kesabaran menanggung derita Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al musthafa Karena itu izinkan aku mencintaiMu Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu Atas derita batin dan jasadku Atas sakit dan ketakutanku Rabbii, Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga. Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad. Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan agamaMu. Izinkan aku mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan. Pada makanan makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan. Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya. Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam shalat yang cuba kudirikan yang Terbaik, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia. Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu. Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku. Yaa, Maha Rahmaan, Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku. Yaa Rahiim Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru. Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya. Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta. Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku. Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku...


   

<< May 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31

Ya Allah Ya TUhan ku, Perbaikilah semua urusanku, janganlah Engkau
serahkan urusan ku kepada diriku sendiri walaupun sekelipan mata pun.





Link To Download Free Nasyid Song and Articles!!

  • upload_nasyid@yahoo.com
  • upload_nasyid2006@yahoo.com
  • uploadnasyid@gmail.com
  • tatapan_jiwa@yahoo.com

    ** Password: zulpahang **
    "Aku kenal Kejahatan, bukan kerana untuk kejahatan, tetapi............untuk menjaga diri daripadanya. Orang yang tidak mengenal kejahatan, akanjatuhlah ke dalamnya......................!".


    "Jalan itu sangat banyak,
    tetapi jalan kebenaran hanya satu.
    Dan yang pergi berangkat itu satu-satu............

    Mereka tiada tahu,
    maksudnyapun tiaa diketahui.
    Mereka terus menuju,
    berjalan pelan-pelan kepada yang ditujui.

    Manusia itu lalai,
    apa dimaksudkan dengan mereka.
    Sebahagian besar tidur terkulai,
    Jalan Kebenaran sampai terlupa.................."


    PERINGATAN UNTUKKU DAN SEMUA SAHABAT

    "Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?" ( Al-Baqarah:44)

    "Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan."(Ash-Shaff:3)

    Bersabda Nabi saw.:
    "Aku melalui pada malam isra'ku pada beberapa kaum yang di sayat bibirnya dengan gunting-gunting dari api neraka. Maka aku tanyakan :"Siapakah kamu ini?".
    Mereka menjawab:"Kami adalah orang yang menyuruh dengan kebaikan dan tidak kami kerjakan.Kami melarang dari kejahatan dan kami kerjakan".
    -Dirawikan Ibnu Hibban dari Annas-




  • If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



    rss feed