Panasnya Dunia ini..!!!...ASAL USUL API DI DUNIA INI..
Diriwayatkan bahawa Rasulullah SAW pernah menceritakan betapa asalnya kejadian api di dunia ini. Setelah nabi adam dihantar ke dunia kerana kesalahanya memakan buah larangan maka Allah swt telah memerintahkan Jibril as supaya mengambil api dari neraka untuk dihantar ke dunia utk kegunaan nabi adam as. Maka jibril as pun diperintahkan utk meminta api tersebut daripada malaikat penjaga api neraka iaitu Zabaniah.
jibril : wahai zabaniah, aku diperintah utk mengambil sedikit api neraka utk dihantar ke dunia bagi kegunaan adam as. zabaniah : sebanyak mana sedikit itu ? jibril : sebesar kurma. . zabaniah : kalau sebesar buah kurma api neraka itu engkau bawa nescaya akan cairlah tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi akibat kepanasanya. jibril : kalau begitu berilah aku sebesar separuh dari buah kurma... zabaniah : kalau sebesar separuh buah kurma api neraka ini engkau letakan di dunia nescaya tidak akan turun walaupun setitik hujan dari langit dan tidak ada suatu pun tumbuhan akan tumbuh di bumi nanti..
Memandangkan keadaan yang rumit ini maka jibril as pun menghadap Allah untk mendapatkan saiz yg perlu di hantar ke dunia. Allah swt pun memerintahkan supaya jibril mengambil sebesar ZARAH sahaja dari api neraka utk di bawa ke dunia. Maka jibril as pun mengambil api neraka sebesar zarah dari zabaniah tetapi oleh kerana kepanasan yg keterlaluan api neraka sebesar zarah itu terpaksa di sejukkan dgn mencelupnya sebanyak 70 kali kedalam sungai di syurga dan sebanyak 70 buah sungai. = 70 x 70
Selepas itu jibril as pun membawa api itu turun ke dunia dan diletakkan diatas sebuah bukit yg tinggi tetapi sejurus setelah diletakkan tiba-tiba bukit itu terus meleleh cair maka cepat-cepat jibril mengambil semula api tersebut dan dihantar semula ke neraka. Hanya sisa-sisanya sajalah yang terdapat di dunia ini spt api yg sering kita gunakan utk berbagai keperluan dan juga api yg terdapat di gunung berapi dll lagi.
PENGAJARAN : Bayangkanlah kepanasan api neraka yg sebesar zarah yg terpaksa disejukkan dlm 70 buah sungai dgn sebanyak 70 celup setiap sungai dan hanya sisanya saja itupun manusia tidak dapat bertahan akan kepanasannya bagaimana dgn api di neraka itu sendiri. _________________ "KASIH...Keindahan MU Merupakan Ma'rifat Yang Tersembunyi"
Alan July 17, 2009 10:38 PM PDT pernyataan yang tertera di atas apakah sebuah kenyataan
rahman June 19, 2009 08:41 PM PDT subhanallah maha tahu allah atas yang ada di alam semesta
Nameady June 1, 2009 08:20 AM PDT allah maha besar
tiada tuhan selain allah
allahhuakbar
Andy May 4, 2009 07:25 AM PDT Mungkin yang dimaksud dengan api neraka diatas, masih terdapat didalam dasar bumi ini.. Magma yang masih mencair
junnot March 14, 2009 12:32 AM PDT bukan dogeng ini bisa aja terjadi..
namanya juga kuasa Tuhan..
Apapun bisa di buatnya..
yang pasti jangan saling mengolok - oloklaa
ambil maknanya aja...
nanti juga kita bakalan tau siapa yang benar & yang salahh..
pada waktu kita sudah gak bisa bernafas lagi..
dan penyesalan gak ada gunanya
Hamba Mu March 11, 2009 01:25 AM PDT Subhanallah ....... Allahu Akbar
maspekok January 18, 2009 12:46 AM PST La wong di kasih cerita mbok diambil maknanya, sampian jadi tau, lah kok malah podo kentir, silahkanlah anda semua bercerita ataupun bersiar, selagi anda masih bernapas, karena kalo sudah tidak bernapas berarti itu tamat riwayat anda hehehe...
hajruin December 22, 2008 01:46 AM PST we ini cerita gila........
mungkin yang bikin gila kalieee?
ceritax seperti dongeng.......
mati saja yang ba bikin ini cerita...
gendrowo October 21, 2008 07:29 PM PDT cerita sri mulat
Name July 12, 2008 02:27 AM PDT dapat dari mana cerikat kayak gini? ini cerita menodai kesucian Allah dan Agamanya yang ilmiah dan logis
heris June 10, 2008 01:40 AM PDT semoga anda lebih banyak menceritakan kebesaran allah di dunia ini. dan semoga anda menjadi salah satu manusia yang dimuliakan allah. AMIEN
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintaiMu Lembar demi lembar kitab kupelajari Untai demi untai kata para ustaz kuresapi Tentang cinta para nabi Tentang kasih para sahabat Tentang mahabbah para sufi Tentang kerinduan para syuhada Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam Kutumbuhkan dalam mimpi-mimpi dan idealisme yang mengawang di awan Tapi Rabbii, Berbilang detik, minit, jam, hari, pekan, bulan dan kemudian tahun berlalu Aku berusaha mencintaiMu dengan cinta yang paling utama, tapi Aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untukMu Aku makin merasakan gelisahku membadai Dalam cita yang mengawang Sedang kakiku mengambang, tiada menjejak bumi Hingga aku terhempas dalam jurang Dan kegelapan Wahai Ilahi, Kemudian berbilang detik, menit, jam, hari, pekan, bulan dan tahun berlalu Aku mencoba merangkak, menggapai permukaan bumi dan menegakkan jiwaku kembali Menatap, memohon dan menghibaMu: Allahu Rahiim, Ilaahi Rabbii, Perkenankanlah aku mencintaiMu, Semampuku Allahu Rahmaan, Ilaahi Rabii Perkenankanlah aku mencintaiMu Sebisaku Dengan segala kelemahanku Ilaahi, Aku tak sanggup mencintaiMu Dengan kesabaran menanggung derita Umpama Nabi Ayyub, Musa, Isa hingga Al musthafa Karena itu izinkan aku mencintaiMu Melalui keluh kesah pengaduanku padaMu Atas derita batin dan jasadku Atas sakit dan ketakutanku Rabbii, Aku tak sanggup mencintaiMu seperti Abu bakar, yang menyedekahkan seluruh hartanya dan hanya meninggalkan Engkau dan RasulMu bagi diri dan keluarga. Atau layaknya Umar yang menyerahkan separo harta demi jihad. Atau Utsman yang menyerahkan 1000 ekor kuda untuk syiarkan agamaMu. Izinkan aku mencintaiMu, melalui seratus-dua ratus perak yang terulur pada tangan-tangan kecil di perempatan jalan, pada wanita-wanita tua yang menadahkan tangan di pojok-pojok jembatan. Pada makanan makanan sederhana yang terkirim ke handai taulan. Ilaahi, aku tak sanggup mencintaiMu dengan khusyuknya shalat salah seorang shahabat NabiMu hingga tiada terasa anak panah musuh terhunjam di kakinya. Karena itu Ya Allah, perkenankanlah aku tertatih menggapai cintaMu, dalam shalat yang cuba kudirikan yang Terbaik, meski ingatan kadang melayang ke berbagai permasalahan dunia. Robbii, aku tak dapat beribadah ala para sufi dan rahib, yang membaktikan seluruh malamnya untuk bercinta denganMu. Maka izinkanlah aku untuk mencintaimu dalam satu-dua rekaat lailku. Dalam satu dua sunnah nafilahMu. Dalam desah napas kepasrahan tidurku. Yaa, Maha Rahmaan, Aku tak sanggup mencintaiMu bagai para al hafidz dan hafidzah, yang menuntaskan kalamMu dalam satu putaran malam. Perkenankanlah aku mencintaiMu, melalui selembar dua lembar tilawah harianku. Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku. Yaa Rahiim Aku tak sanggup mencintaiMu semisal Sumayyah, yang mempersembahkan jiwa demi tegaknya DienMu. Seandai para syuhada, yang menjual dirinya dalam jihadnya bagiMu. Maka perkenankanlah aku mencintaiMu dengan mempersembahkan sedikit bakti dan pengorbanan untuk dakwahMu. Maka izinkanlah aku mencintaiMu dengan sedikit pengajaran bagi tumbuhnya generasi baru. Allahu Kariim, aku tak sanggup mencintaiMu di atas segalanya, bagai Ibrahim yang rela tinggalkan putra dan zaujahnya, dan patuh mengorbankan pemuda biji matanya. Maka izinkanlah aku mencintaiMu di dalam segalanya. Izinkan aku mencintaiMu dengan mencintai keluargaku, dengan mencintai sahabat-sahabatku, dengan mencintai manusia dan alam semesta. Allaahu Rahmaanurrahiim, Ilaahi Rabbii Perkenankanlah aku mencintaiMu semampuku. Agar cinta itu mengalun dalam jiwa. Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku...